Substantive Defective De Numar

Jelaskan dimaksud dengan substantive test dan berikan tiga contoh prosedur pemeriksaan substantive test!

Daftar Isi

1. Jelaskan dimaksud dengan substantive test dan berikan tiga contoh prosedur pemeriksaan substantive test!


Jawaban:

substantive test adalah pengujian terhadap kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan keuangan (neraca dan laba rugi). contoh nya inventarisasi aset tetap, konfirmasi utang, piutang dan bank, serta observasi atas stock opname.

maaf kalo ada yang salah


2. substantive artinya ....


Substantive Test adalah tes terhadap kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan keuangan (Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif).

3. antonim dari defective​


Jawaban:

faultless, flawless, impeccable, perfect

Penjelasan:


4. Jelaskan metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi pada siklus akusisi dan pembayaran !


Jawaban:

Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atasTransaksiPengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi untuk siklus akuisisi danpembayaran dibagi ke dalam dua bidang, yaitu:1.Pengujian akuisisi: memroses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa, sertamengakui kewajiban.2.Pengujian pembayaran, meliputi proses bisnis: memroses dan mencatat pengeluarankas. Memahami pengendalian internal. Untuk memahami pengendalian internal sikusakuisisi dan pembiayaan, auditor mempelajari bagan arus klien, mereview kuosionerpengendalian internal, serta melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksiakuisisi dan pengeluaran kas.Menilai risiko pengendalian yang direncanakan. Informasi yang diperoleh daripemahaman pengendalian internal selanjutnya digunakan untuk menilai risikopengendalian dengan mengkaji pengendalian kunci untuk setiap fungsi bisnis siklusini. Pengendalian kunci tersebut adalah:oOtorisasi pembelian oPemisahan penyimpanan aktiva dari fungsi lainnyaoPencatatan yang tepat waktu dan review independen atas transaksioOtorasi pembayaranMenentukan luas pengujian pengendalianSetelah mengkaji pengendalian kunci, auditor menilai risiko pengendalian. Luaspengujian pengendalian tergantung keefektifan dan keandalan pengendalian tersebutuntuk mengurangi risiko pengendalian. Setelah efektifitas ditingkatkan, auditor akanmampu mengurangi pengujian subtantif, banyak waktu bersih yang dapat dihemat.Merancang pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi akuisisi danpengeluaran kas guna memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi.+ Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untukpengeluaran kas: auditor melakukan pengujian akuisisi dan pengeluaran kas pada saatbersamaan. Sehingga, verifikasi dapat dilakukan secara efisien tanpa mengurangi keefektifanpengujian.+ Sampling atribut untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi:sebagian besar akun terkait dalam siklus ini termasuk akun pada laba rugi dan neraca


5. Backsliding declining democracy illiberal defective flawed regression !


Jawaban:

translate:

Kemunduran, kemunduran, kemunduran, regresicacat, tidak liberal, cacat,!

kakak kenapa?


6. Soal 16 Bahasa DaerahYen dina pasarane Bapakku Setu Kliwon, Ibuku Selasa Legi, Aku Rebo Pon, adhiku Ahad Wage; artine cacaheneptu dina pasaran ing keluwargaku kabeh anaNumar​


Jawaban:

ana 4 yaiku Kliwon,legi,pon, kan wage


7. Jelaskan pengertian lot tolerance percent defective!


Jawaban:

toleransi banyak persen rusak!

Penjelasan:


8. 2. Urutan langkah-langkah dalam mengumpulkan bukti sebagai dasar dari pendapat auditor adalah : A. Pengujian substantive, penilaian awal risiko pengendalian dan pengujian pengendalian B. Penilaian awal risiko pengendalian, pengujian substantive dan pengujian pengendalian C. Penilaian awal risiko pengendalian, pengujian pengendalian dan pengujian substantive D. Pengujian pengendalian, penilaian awal risiko pengendalian dan pengujian substantive


Jawaban:

B. Penilaian awal resiko pengendalian, pengujian

substabtive dan pengujian pengendalian

Penjelasan:

jawabaan B adalah jawaban paling tepat, karena urutan langkah untuk mengumpulkan pendapat auditor yang benar adalah Penilaian awal resiko, pengunjan substantive, dan pengujian pengendalian

Semoga membantu dan bermanfaat#


9. Artinya kalimat dibawah ini: "Set the focus to the corresponding defective vision."


jawaban

Di revisi =Atur fokus visi ( pengelihatan ) yang rusak ke yang sesuai

Menurut Kamus = mengatur ke visi yang rusak yang sesuai





10. Contoh dari substantive demokrasi


Jawaban:

Demokrasi substantif adalah suatu bentuk demokrasi di mana hasil pemilu mewakili rakyat. Dengan kata lain, demokrasi substantif adalah bentuk demokrasi yang berfungsi untuk kepentingan yang diperintah. [1] Meskipun suatu negara dapat mengizinkan semua warga negara usia untuk memilih, karakteristik ini tidak serta merta memenuhi syarat sebagai demokrasi substantif.

  semoga membantu

Penjelasan:


11. Tuliskan cerita dari judul berikut ini!!!"The Defective cloch"​


One day, Peter's father gave him money to buy a clock from the market. So, he went to a showroom and bought a beautiful clock. When he got back home, it was 12 o'clock in the afternoon. So, one hand of the clock was over the other.

The whole family including Peter thought that the shopkeeper had given him a defective piece. So, he went to the shop for replacement. By that time, two hands had been separated and were visible.

When Peter realized his folly, he felt embarrassed and returned home.

When his family members came to know about their foolishness, they also felt very embarrassed.


12. Could you please clarify that if below defective inverter is for PT.Sukorintex? klo saya mau jawabnya iya betul itu untuk pt iru yang benar jawabnya gmn ya


Yes, the defective inverter is for PT Sukorintex.

13. jelaskan 5 tahapan dalam pengujian substantive​


Tahapan dalam pengujian substantif yaitu :

1. Pengajuan pertanyaan kepada para karyawan berkaitan dengan kinerja tugas mereka.

2. Pengamatan atau observasi terhadap personil dalam melaksanakan tugas mereka.

3. Menginspeksi dokumen dan catatan.

4. Melakukan penghitungan kembali

5. Konfirmasi

6. Analisis

7. Tracing atau pengusutan

8. Vouching atau penelusuran  

Pembahasan

Pengujian Substantif

Pengujian substantif merupakan langkah ketiga dari tahap pelaksanaan pemeriksaan.  Pengujian substantive meliputi prosedur- prosedur audit yang diracang untuk mendeteksi monetary errors atau salah saji yang secara langsung berprngaruh terhadap kewajaran saldo – saldo laporan keuangn.

Jenis pengjian substantive :

a. Pengujian  atas transkasi

b. Prosedur analitis

c. Pengujian terperinci atas saldo

Auditor harus menghimpun bukti yang cukup untuk memperoleh dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pengujian substantif menyediakan bukti mengenai kewajaran setiap asersi laporan keuangan yang signifikan. Perancangan pengujian substantif meliputi penentuan:

a. Sifat pengujian

b. Waktu pengujian

c. Luas pengujian substantif

d. Prosedur Untuk Melaksanakan Pengujian Substantif

Ada delapan prosedur untuk melaksanakan pengujian substantif yaitu:

1. Pengajuan pertanyaan kepada para karyawan berkaitan dengan kinerja tugas mereka.

2. Pengamatan atau observasi terhadap personil dalam melaksanakan tugas mereka.

3. Menginspeksi dokumen dan catatan.

4. Melakukan penghitungan kembali

5. Konfirmasi

6. Analisis

7. Tracing atau pengusutan

8. Vouching atau penelusuran  

Jika tingkat risiko deteksi yang dapat diterima adalah rendah maka auditor harus menggunakan prosedur yang lebih efektif yang biasanya juga lebih mahal. Ada tiga tipe pengujian substantif yang dapat digunakan yaitu:

a. Pengujian rinci atau detail saldo

b. Pengujian rinci atau detail transaksi

c. Prosedur analitis

a. Pengujian rinci atau detail saldo

Pengujian atas transaksi (substantive test of transaction) meliputi prosedur – prosedur audit ntuk pengujian kecermatan pencatatan transaksi. Tujuan dilakukannya pengujian atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah terotorisasi dengan pantas, dicatat, dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku pembantu dangan benar.

Untuk menentukan apakah semua transaksi telah memenuhi tujuan audit untuk transaksi:

- Esixtence

- Completeness

- Accuracy

- Classification

- Timing

- Posting and summarizing

b. Prosedur Analitis

Prosedur analitis yang sering dilakuakan auditor adalah perhitungan rasio untuk membandingkan dengan rasio tahun lalu dan data lain yang berhubungan. tujuan penggunaan prosedur analitis adalah:

a.      Memahami bidang usaha klien

b.     Menetapkan kemampuan kelangdungan hidup entitas

c.      Indikasi timbulnya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan

d.     Menggurangi pengujian audit yang lebih rinci

c. Pengujian terinci atas saldo

Pengujian terinci atas saldo memusatkan pada saldo akhir buku besar baik untuk akun neraca maupun laba rugi, tetapi penekanan utama adalah pada neraca.

Penentuan Saat Pelaksanaan Pengujian Substantif

Tingkat risiko deteksi yang dapat diterima mempengaruhi penentuan waktu pelaksanaan pengujian substantif. Jika risiko deteksi rendah maka pengujian substantif lebih baik dilaksanakan pada atau dekat dengan tanggal neraca.

Luas Pengujian Substantif

Semakin rendah tingkat risiko deteksi yang dapat diterima, semakin banyak bukti yang harus dikumpulkan, auditor dapat mengubah jumlah bukti yang harus dihimpun dengan cara mengubah luas pengujian subtantif yang dilakukan. Keputusan auditor tentang rancangan pengujian substantif didokumentasikan dalam kertas kerja dalam bentuk program audit

Pelajari lebih lanjut

Demikian pembahasan mengenai pengujian substantif. Untuk mempelajari lebih lanjut dapat dibaca secara lengkap pada link brainly di bawah ini :

1. Materi tentang sifat subtantif brainly.co.id/tugas/6978794

2. Materi tentang tahap pengujian intern brainly.co.id/tugas/5725269

3. Materi tentang Tracing dan vouching dalam audit brainly.co.id/tugas/14682753

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Detil Jawaban  

Kelas : X (SMA)  

Mapel : Ekonomi

Bab : Konsep Manajemen

Kode : 10.12.6

Kata kunci : pengujian substantif, auditor



Jawaban:

untuk membangun masyarakat yg kokoh dan di siplin dan tdk ada kerusuhan di indonesia dan saling membantu satu sama lain baik syarat berbeda keyakinan maupun sma


15. sifat sistematis dan rasional pada Pancasila masuk dalam dimensi......A. idealisme B. NormativeC. substantiveD. Realismtolong jawab ya.......​


Jawaban:

A. Idealisme

Penjelasan:

sifat sistematis dan rasional pada Pancasila masuk dalam dimensi idealisme

Semoga Membantu

16. From 600 electric bulbs, 40 bulbs are defective. An bulb is selected at random. find the probability that a. a selected bulb is defective one. b. a selected bulb is not a defective one. plz ans fast​


Penjelasan:

[tex]{\underline{\boxed{ \purple{ \maltese \: {\textsf{\textbf{\purple{Pertanyaan}}}}}}}} [/tex]

From 600 electric bulbs, 40 bulbs are defective. An bulb is selected at random. find the probability that a. a selected bulb is defective one. b. a selected bulb is not a defective one

_________________________________

[tex]{\underline{\boxed{ \purple{ \maltese \: {\textsf{\textbf{\purple{Larutan}}}}}}}} [/tex]

Given as :

The number of bulb in the box = 600

The number of defective bulb in box = 12

Let The probability that one bulb taken out random is non-defective = p(E)

According to question

As out of 600 bulbs, 12 bulbs are defective

So, The number of non-defective bulb = 600 - 12 = 588

Now, out of 600 bulbs, 1 bulb is chosen in

[tex]{C_{1}}^{600}[/tex]

And favourable case of chosen non-defective =

[tex] {C_{1}}^{588}[/tex]

So, probability =

[tex]\frac{{C_{1}}^{588}}{{C_{1}}^{600}} [/tex]

Or, p(E) =

[tex] \dfrac{588}{600} [/tex]

Or, p(E) =

[tex] \dfrac{49}{50} [/tex]

_________________________________

Hence, The probability that one bulb taken out random is non-defective is

[tex]\dfrac{49}{50} [/tex]

________________________________

[tex]{ \underline{ \boxed{ \large{ \rm{sᴇᴍᴏɢᴀ \: ʙᴇʀᴍᴀɴғᴀᴀᴛ ! :)}}}}}[/tex]


17. apa perbedaan antara formal democracy dan substantive democracy.. mohon bntuanx


Formal democracy menunjuk pada sistem pemerintahan. Sedangkan Substantive democracy yaitu menunjuk pada bagaimana proses demokrasi itu dilakukan.

18. An industrial process manufactures items that can be classified as either defective or not defective. The probability that an item is defective is 0.2. An experiment is conducted in which 6 items are drawn randomly from the process. Let the random variable X be the number of defectives in this sample of 6. What is the probability mass function of X?


Jawab:

Maaf aku gak tau

Penjelasan dengan langkah-langkah:

Maaf ya


19. Arti dari kalimat dibawah in: "Set the focus the corresponding defective vision."


Artinya:

Atur fokus visi yang rusak yang sesuaibhs.indo=
mengatur fokus visi yang tidak dgn sesuai
smg membantu

20. Probabily Numari win the brick game is 75% in one round. If Numari will play 5 games, What is the probability that Numari win more than 4 games


Probabily Numari=75%=3/4
75/100×4/5=15/25=3/5
3/5×100=60%

Video Update